Cara Mudah Memilih Bahan Bangunan untuk Proyek Anda

Saat hendak membangun sebuah rumah, restoran, atau bangunan lain tentunya kita membutuhkan pertimbangan mengenai bahan bangunan. Pemilihan bahan bangunan nantinya akan berpengaruh pada ketahanan bangunan itu berdiri nantinya. Oleh sebab itulah, pastikan untuk memilih bahan bangunan yang benar-benar berkualitas. Dengan begitu klien nantinya akan merasa puas dengan pekerjaan yang Anda dan tim hasilkan. Pihak arsitek memang mempunyai tanggung jawab untuk menentukan bahan bangunan yang dipakai dalam rancangan. Namun sebagai kontraktor, Anda juga harus membantu mempertimbangkan dan merekomendasikan pilihan bahan bangunan yang tepat.

layanan toko bangunan

10 Tips Memilih Bahan Bangunan yang Berkualitas

Bagi Anda yang ingin membangun dan masih bingung harus memilih bahan bangunan yang seperti apa. Berikut ini ada beberapa tips mudah dalam memilih bahan bangunan terbaik dan berkualitas.

  1. Memilih yang Bisa Menghemat Biaya

Hal penting yang harus dipertimbangkan sedari awal saat memilih bahan bangunan adalah harganya. Adalah sebuah hal yang wajar jika memilih produk, harga selalu jadi perhatian utama. Memilih produk dengan harga murah, akan membuat jadi lebih hemat tentunya. Selain itu juga bisa menekan biaya pembangunan untuk ke depannya. Tetapi yang harus dipertimbangkan adalah bahwa tidak semua harga murah memberikan penghematan jangka waktu panjang. Sebab tidak jarang produk dengan harga murah kualitasnya kurang bagus. Yang mana akan membuat cepat rusak dan harus sering diganti.

Oleh sebab itulah, akan lebih menguntungkan jika Anda nantinya bisa memilih produk bahan bangunan yang harganya setara dengan kualitas. Anda bisa meminta rekomendasi pada teman atau kerabat yang sudah pernah melakukan pembangunan sebelumnya. Tentunya mereka akan memberikan rekomendasi yang tepat dan berkualitas pastinya.

  1. Perhatikan Estetika Tampilan Bangunan

Kemudian Anda juga harus mempertimbangkan bahwa bahan bangunan yang dipilih bisa memberikan nilai estetika pada bangunan. Hal ini berlaku untuk material finishing yang memang pengaplikasiannya di tahap akhir. Meskipun material finishing ditentukan oleh arsitek saat merancang gambar bangunan. Namun Anda juga harus mempunyai pemahaman mengenai material tersebut, jadi bisa merekomendasikan bahan material dengan tepat. Harus diketahui bahwa tidak semua material finishing mempunyai kualitas tampilan sama. Sebab tiap material pasti mempunyai grade atau tingkat kualitas sendiri-sendiri.

  1. Pertimbangkan Iklim & Cuaca di Lokasi Proyek

Tiap bangunan mempunyai kondisi lokasi proyek berbeda-beda. Hal ini akan menghasilkan perlakuan berbeda pada pilihan bahan bangunan yang akan dipakai. Misalnya rumah yang dibangun di tepi pantai dan sering terpapar terik matahari. Maka bangunan harus mempunyai banyak bukaan dengan ukuran kecil dan memperlancar sirkulasi udara. Adalah pilihan salah apabila menggunakan bahan bangunan menyerap panas seperti metal. Ini dikarenakan suhu di dalam bangunan meningkat dan bangunan bisa memerangkap panas. Jadi pastikan untuk memilih bahan bangunan berpori supaya suhu di dalam bangunan bisa terasa sejuk dan nyaman.

  1. Pilih Bahan Bangunan Berdaya Tahan Tinggi

Ada beberapa bahan bangunan yang memang dirancang di kondisi atau iklim tertentu supaya tahan lama. Oleh sebab itulah perhatikan kondisi cuaca lokasi proyek dan memilih bahan bangunan yang sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk memilih bahan bangunan yang mempunyai sertifikasi uji ketahanan. Bahan bangunan yang mempunyai sertifikasi sudah lewat proses uji sebelum diproduksi. Dengan begitu daya tahannya tidak akan diragukan lagi. Meskipun harganya akan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan harga rata-rata bangunan sejenis. Tetapi kualitasnya akan memberikan kepuasan untuk konsumen tersebut.

  1. Pertimbangkan Keahlian Tenaga Kerja Lokal

Banyak kontraktor yang mendatangkan bahan bangunan demi menghasilkan kualitas tinggi. Hal ini tentu sah-sah saja, karena tidak hanya memberikan tampilan terkini saja. Tetapi juga bisa menambah perbendaharaan teknologi konstruksi. Namun akan lebih baik juga memperhatikan tiap lokasi proyek mempunyai tenaga kerja dengan keahlian berbeda. Jika bahan bangunan yang dipakai termasuk baru atau asing, pastinya harus mengeluarkan anggaran lebih dan tenaga ekstra.

  1. Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan

Zaman yang semakin maju tentunya membuat banyak orang jadi sadar untuk bisa menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan. Aktivitas konstruksi bangunan menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Untuk menanggulangi permasalahan ini maka digunakan material bangunan ramah lingkungan. Bahan bangunan ramah lingkungan akan lebih awet dan mempunyai daya tahan baik. Tidak hanya itu saja, bahan bangunan ramah lingkungan biasanya dibuat dari bahan alami atau mudah diperbaharui. Jadi nantinya bisa mengurangi beban limbah untuk alam.

  1. Memperhatikan Aspek Pemeliharaan Bahan Bangunan

Sebagai seorang kontraktor tidak hanya memastikan bangunan selesai dibangun saja. Tetapi juga harus menilai dari pemakaian bahan bangunan yang digunakan untuk progress pembangunan nantinya. Jika Anda memilih bahan bangunan dengan perawatan sulit dan mahal. Ini tentunya akan merugikan klien atau penghuni bangunan tersebut. Bisa saja bahan bangunan nantinya sulit untuk dibersihkan atau mudah retak. Selain itu juga membutuhkan perawatan intens yang melibatkan banyak biaya.

Oleh sebab itulah pastikan untuk memilih bahan bangunan yang mudah dirawat. Meskipun harganya sedikit mahal, namun bahan bangunan yang berkualitas akan membutuhkan biaya perawatan terjangkau. Untuk bangunan jangka panjang, ini akan mempermudah klien menghemat pengeluaran mereka.

  1. Memperhatikan Efisiensi Energi

Meningkatkan tagihan listrik bulanan membuat hemat energi menjadi isu penting di kalangan rumah tangga. Terlebih jika terlibat dalam proyek pengerjaan rumah tinggal, nantinya bisa menaikkan nilai jual dengan memilih bahan bangunan hemat energi. Bahan bangunan yang dipilih akan menentukan besar kecil pengeluaran listrik selama pemeliharaan bangunan. Jendela bisa menjadi ruang terbaik untuk sirkulasi udara dan membuat rumah jadi sejuk.

  1. Ketersediaan Bahan Dekat Lokasi Proyek

Bayangkan jika bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan tidak tersedia di dekat lokasi proyek. Tentunya akan membutuhkan waktu jika ingin mendatangkan bahan tersebut dari tempat lain. Mendatangkan bahan dari luar lokasi tentunya akan membutuhkan waktu lama dan membuat waktu pekerjaan jadi mundur jauh. Oleh sebab itulah, Anda harus bisa melakukan komunikasi dengan arsitek terkait pilihan bahan bangunan dan ketersediaan di sekitar lokasi proyek. Akan sangat bijak jika bisa mendukung industri bahan bangunan lokal tentunya.

  1. Memilih Pemasok dengan Jaringan Distribusi Luas

Namun sayangnya, tidak semua lokasi proyek mempunyai supplier bahan bangunan. Bahkan kadang bisa kesulitan mencari supplier karena lokasi proyek di tempat terpencil. Belum lagi harus membangun kepercayaan dengan supplier atau toko bangunan lokal yang membutuhkan sebuah keahlian sendiri. Kemudahan dalam mendapatkan bahan bangunan dengan harga terjangkau dan transparan akan membantu menurunkan biaya konstruksi nantinya.

Nah itulah beberapa tips penting yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bahan bangunan yang tepat untuk pembangunan Anda. Bagi Anda yang ingin membangun sebuah rumah atau bangunan lainnya. Jangan sampai salah pilih dan pastikan untuk mendapatkan supplier bangunan terbaik dan berpengalaman. suplierbangunan.com menjadi pilihan paling tepat untuk Anda ajak kerja sama dalam hal mencari bahan bangunan.