PRINSIP DASAR DESAIN ARSITEKTUR YANG HARUS DIKETAHUI - CV. AMBER RAYA BANGUN

PRINSIP DASAR DESAIN ARSITEKTUR YANG HARUS DIKETAHUI

Memiliki rumah dengan desain yang unik dan juga sesuai dengan keinginan merupakan dambaan semua orang terutama untuk hunian pribadi. Walaupun dalam mewujudkan desain arsitektur yang sesuai dengan rumah impian kita dibantu oleh jasa profesional dari arsitek. Namun pemilik rumah juga akan terlibat dalam diskusi dan juga secara tidak langsung akan ikut mengambil peran untuk mewujudkan desain arsitektur yang pas dengan rumah yang kamu impikan. Ada beberapa hal penting yang perlu kamu pahami tentang dasar dari desain arsitektur. Hal ini bertujuan agar anda bisa mengkomunikasikan desain yang kamu kehendaki saat proses desain yang dikerjakan oleh arsitek yang profesional. 

desain arsitektur

Proporsi Dasar Arsitektur (Proportion)

Prinsip desain arsitektur adalah pengertian dari proporsi desain. Proporsi desain merupakan dimensi dari beberapa elemen arsitektur dari lingkungan sekitar. Yang memiliki fungsi dan juga aspek arsitektur seperti lokasi, posisi dan masih banyak dimensi objek lainnya. Hal ini juga berlaku untuk semua desain arsitektur untuk bangunan. Prinsip desain arsitektur ini sangat mudah untuk diterapkan. Bahkan kamu juga bisa mengikuti standar hukum yang sudah ditetapkan jadi kamu sudah bisa meminimalisir jadinya proporsi yang tidak estetis pada desain yang kamu inginkan. 

  • Irama ( Accentuation & Rhythm)

Irama yang dimaksud dalam desain arsitektur adalah penataan dari sebuah elemen yang tercipta dengan harmonis. Elemen ini juga memiliki variasi dalam bentuk, warna, perabotan hingga dekor ruangan. Prinsip irama di dalam desain arsitektur ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian yang pertama adalah irama statis, irama ini merupakan sebuah pengulangan dengan pola yang sama dan juga konsisten. Misalnya seperti peletakan kolom dengan jarak setiap 3 meter dengan cara yang konsisten. Dan irama yang kedua adalah irama dinamis, yaitu faktor penentu pengulangan irama yang bisa lebih dari satu dengan aspek dan juga bervariasi. 

  • Komposisi (Sequence) 

Komposisi di dalam desain adalah sebuah penataan elemen dengan keseluruhan supaya menjadi alur yang lebih nyaman. Misalnya seperti penerapan komposisi pada desain arsitektur yang sangat mudah untuk dipahami yaitu penataan denah komposisi ruang seperti saat ingin menata interior untuk ruang tamu. Dalam desain arsitektur tentunya tiap ruangan pada umumnya terbagi menjadi tiga zona fungsi yaitu public, privat dan juga service. Setiap zona tentunya memiliki fungsi seperti zona public yaitu ruangan yang menyangkut tentang ruangan yang lebih digunakan untuk orang luar atau tamu. Untuk zona private adalah ruangan yang memiliki fungsi yang diperuntukkan hanya untuk keluarga atau penghuni dari rumah tersebut seperti kamar tidur. Untuk zona service ini biasa bersebelahan dengan zona private yaitu dapur.

  • Keseimbangan (Balance)

Sebuah desain arsitektur yang baik tentunya sudah memiliki desain yang seimbang. Setelah memiliki keseimbangan makan desain yang harus dimiliki selanjutnya adalah balance. Di dalam desain arsitektur keseimbangan dibagi menjadi dua. Prinsip keseimbangan yang simetris ini nantinya akan menentukan komposisi dari keseimbangan yang simetris. Anda cukup mengimajinasikan terdapat garis-garis pada tengah objek arsitektur. Anda juga perlu memperhatikan apakah kedua sisi sudah memiliki visual yang sudah serupa dan juga reflektif. 

  • Point of interest atau contrast

Prinsip desain yang satu ini sering disebut dengan focal point. Sangat sederhana prinsip ini nantinya akan membuat sebuah elemen yang akan menjadi perhatian utama dari sebuah desain. Baik di dalam interior dan juga arsitektural. Berbagai elemen tersebut mulai dari warna, bentuk, ukuran, posisi, tinggi tekstur sampai dengan visual. Sederhananya seperti pengguna sofa yang unik dengan warna yang sangat mencolok seperti warna merah yang ada di tengah-tengah ruangan nantinya akan mendominasi warna putih.